PT Dhiya Aneka Teknik Kembali Melakukan Pembinaan dan Sertifikasi Operator Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut

Hari Ketiga: Penguatan Kompetensi dan Pemahaman Operasional

Pada hari ketiga, 23 September 2026, pembelajaran teknis dilanjutkan bersama Bapak Septian Julifar Syamsul Huda. Pada tahap ini, peserta melanjutkan pendalaman materi yang berkaitan dengan pengoperasian pesawat angkat dan pesawat angkut sesuai dengan kategori alat yang diikuti.

Penguasaan teknis harus disertai kemampuan mengenali kondisi yang tidak aman, memahami batas operasional alat, dan mengambil tindakan yang tepat apabila ditemukan potensi bahaya. Dalam praktik industri, operator tidak cukup hanya memahami cara menggerakkan atau menjalankan peralatan, tetapi juga harus mampu menerapkan prosedur keselamatan secara konsisten.

Penguatan kompetensi ini diharapkan membantu peserta memahami bahwa ketelitian, kedisiplinan, dan pengendalian risiko merupakan unsur penting dalam menjaga kelancaran operasional sekaligus melindungi keselamatan tenaga kerja.

Hari Keempat: Pendalaman Materi Teknis Sebelum Ujian

Hari keempat, 24 September 2026, kembali diisi dengan materi teknis yang disampaikan oleh Bapak Septian Julifar Syamsul Huda. Sesi ini menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran sebelum peserta mengikuti evaluasi teori dan praktik pada hari terakhir. Pemahaman yang telah diperoleh selama beberapa hari sebelumnya perlu diperkuat agar peserta semakin siap menghadapi proses penilaian kompetensi.

Selain memahami prinsip pengoperasian alat, peserta perlu memperhatikan aspek pemeriksaan peralatan, penggunaan prosedur kerja yang sesuai, komunikasi selama aktivitas operasional, dan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan kerja.

Pembelajaran berkelanjutan seperti ini diharapkan membentuk operator yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga mampu menempatkan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap tahapan pengoperasian pesawat angkat dan pesawat angkut.

Hari Kelima: Ujian Teori Bersama Bapak Ahmad Fauzi dari Kemnaker RI

Pada hari kelima, 25 September 2026, peserta mengikuti ujian teori bersama Bapak Ahmad Fauzi dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI). Ujian teori merupakan tahapan evaluasi untuk menilai pemahaman peserta terhadap materi yang telah dipelajari selama kegiatan pembinaan.

Aspek pengetahuan yang berkaitan dengan regulasi K3, prinsip keselamatan pengoperasian, pengenalan potensi bahaya, serta prosedur kerja yang aman menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi operator. Melalui evaluasi ini, peserta dapat menunjukkan sejauh mana mereka memahami materi pembelajaran dan mampu menghubungkan pengetahuan tersebut dengan kebutuhan operasional di lapangan. Pelaksanaan ujian mengikuti mekanisme penilaian yang ditetapkan dalam program sertifikasi, sehingga hasil akhirnya tetap mengacu pada persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Hari Kelima: Ujian Praktik Bersama Bapak Rizki Andhika Putra

Selain ujian teori, pada hari yang sama peserta juga mengikuti ujian praktik bersama Bapak Rizki Andhika Putra, Instruktur Ahli K3 Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut. Ujian praktik dilaksanakan di PT Artha Jaya Mas dengan melibatkan beberapa kategori peralatan, yaitu operator excavator, operator dongkrak hidrolik, operator forklift kelas 2, operator hoist crane kelas 3, dan operator crawler crane kelas 1.

Tahapan praktik menjadi kesempatan untuk mengevaluasi penerapan pengetahuan teknis dan prosedur keselamatan dalam pengoperasian peralatan sesuai dengan kategori yang diikuti peserta. Dalam pelaksanaannya, aspek seperti pemeriksaan kondisi alat, pemahaman terhadap fungsi kendali, kepatuhan terhadap instruksi, kewaspadaan terhadap lingkungan kerja, dan penerapan prosedur operasional yang aman merupakan hal-hal penting yang perlu diperhatikan.

Pelaksanaan ujian di lingkungan praktik juga membantu menghubungkan pembelajaran teori dengan situasi operasional yang relevan. Penilaian akhir tetap mengikuti kriteria dan mekanisme yang berlaku dalam program sertifikasi.

Jenis Alat yang Menjadi Fokus Pembinaan dan Sertifikasi

Program ini mencakup beberapa kategori pesawat angkat dan pesawat angkut yang memiliki fungsi berbeda dalam kegiatan industri. Operator excavator berkaitan dengan pengoperasian alat berat untuk pekerjaan penggalian, pemindahan material, dan pekerjaan konstruksi lainnya.

Operator perlu memahami stabilitas alat, kondisi tanah, area pergerakan, serta potensi bahaya di sekitar lokasi kerja. Operator dongkrak hidrolik perlu memahami prinsip kerja sistem hidrolik, kapasitas angkat yang diizinkan, kondisi permukaan penopang, dan prosedur pengamanan beban agar pekerjaan pengangkatan dapat dilakukan dengan aman.

Sementara itu, operator forklift kelas 2 perlu memahami pengangkutan dan penataan material, kapasitas angkat, stabilitas beban, serta keselamatan pergerakan alat di area kerja.